GANTUNG, Dinas Pertanian dan Pangan – Penerapan teknik budidaya yang tepat serta pemantauan tanaman secara konsisten kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan hasil pertanian. Udin, salah satu petani di kawasan Danau Nujau, Kecamatan Gantung, berhasil mencatatkan rekor produktivitas padi tertinggi di wilayahnya dengan capaian 5,8ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, Kamis (03/09/2026).
Capaian impresif tersebut diraih dengan mengandalkan benih padi varietas AGT 303, yang dipadukan dengan strategi pemupukan berimbang serta manajemen pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terukur.
Strategi Pemupukan Berimbang dan Aplikasi Folia
Keberhasilan produksi ini tidak lepas dari pola pemupukan dasar dan lanjutan yang diterapkan secara efisien. Dalam pengelolaan nutrisi tanah, Udin menerapkan aplikasi campuran pupuk NPK Phonska dan kapur dolomit dengan perbandingan 2 : 1. Pemupukan tanah ini dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam untuk memastikan ketersediaan hara serta menjaga pH tanah tetap optimal.
Selain pemupukan akar, perawatan tanaman ditunjang melalui aplikasi pemupukan daun (foliar spray) yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman:
Pengamatan Hama Terpadu (PHT) Secara Rutin
Faktor kunci lain yang mendukung tingginya hasil panen ini adalah kedisiplinan dalam melakukan pengamatan dan pemantauan (monitoring) hama serta penyakit di lapangan.
Berdasarkan wawancara lapangan, Udin secara aktif melakukan inspeksi rutin terhadap kondisi tanamannya. Tindakan pengendalian kimiawi maupun mekanis baru dilakukan segera setelah populasi atau tingkat serangan hama terdeteksi telah melewati Ambang Batas Ekonomi (ABE). Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ini terbukti efektif menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional.
Inspirasi Bagi Pertanian Belitung Timur
Ringkasan Profil Budidaya:
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur memberikan apresiasi tinggi atas capaian dan komitmen Udin dalam menerapkan pilar-pilar Good Agricultural Practices (GAP). Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh konkret serta sumber inspirasi bagi kelompok tani lainnya di wilayah Belitung Timur untuk terus menerapkan teknik budidaya padi secara efektif, terukur, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan daerah