Akses Cepat

Berita Terbaru

Pembaruan Data Harga Pangan Pokok Strategis di Kabupaten Belitung Timur per 28 Oktober 2026
28 Oct 2026

Pembaruan Data Harga Pangan Pokok Strategis di Kabupaten Belitung Timur per 28 Oktober 2026

MANGGAR – Dalam rangka menjaga transparansi informasi publik dan memantau stabilitas ekonomi daerah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur kembali merilis pembaruan data harga pangan pokok strategis. Berdasarkan hasil survei dan pemantauan rutin yang dilaksanakan di Pasar Lipat Kajang, Manggar, pada tanggal 28 Oktober 2026, ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat terpantau beragam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat terkait perkembangan harga pasar. Berikut adalah rincian harga komoditas pangan pokok strategis berdasarkan data terkini: 1. Komoditas Beras dan Karbohidrat Beras Permata: Rp88.000 per kemasan 5 kg. Beras SPHP: Rp60.000 – Rp61.000 per kemasan 5 kg. Tepung Terigu: Rp13.000 per kg. 2. Komoditas Minyak Goreng dan Gula Minyak Goreng Kemasan (Merek Fortune): Rp21.000 – Rp22.000 per liter. Minyakita: Rp15.500 per liter. Gula Pasir: Rp18.500 – Rp19.000 per kg. 3. Komoditas Bumbu Dapur dan Hortikultura Bawang Merah Brebes: Rp45.000 per kg. Bawang Merah Batu: Rp35.000 per kg. Bawang Putih: Rp38.000 – Rp40.000 per kg. Cabai Keriting: Rp90.000 – Rp95.000 per kg. Cabai Rawit Merah: Rp95.000 – Rp100.000 per kg. 4. Komoditas Sumber Protein Hewani Daging Sapi: Rp150.000 – Rp170.000 per kg. Daging Ayam: Rp40.000 per kg. Ikan Tongkol: Rp20.000 – Rp30.000 per kg. Telur Ayam: Rp1.800 – Rp2.000 per butir. Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. Sebagai catatan penting, harga komoditas pangan pokok strategis ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu, sangat bergantung pada dinamika pasokan serta kondisi pasar yang sedang berlangsung. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur akan terus berupaya melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Belitung Timur tetap aman.

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak hingga Salurkan Bantuan Ternak
21 Oct 2026
Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak hingga Salurkan Bantuan Ternak

MANGGAR, BELITUNG TIMUR – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan puncak peringatan HPS Tahun 2026 pada Rabu (21/10/2026). Mengusung tema "Innovate Today Nourish Tomorrow", peringatan tahun ini difokuskan pada upaya menjaga stabilitas pasokan pangan, edukasi gizi sejak dini, serta pemberdayaan masyarakat pulau. Sesuai dengan instruksi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), kegiatan ini dirangkaikan dengan "Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak" yang dilaksanakan di seluruh penjuru Indonesia. Di Belitung Timur, pelaksanaan GPM mendapat dukungan penuh dari Perum Bulog, para petani, peternak, pelaku sektor perikanan, hingga pegiat UMKM setempat. Melalui kolaborasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menikmati berbagai pelayanan publik lainnya yang turut dihadirkan di lokasi acara. Selain upaya stabilisasi harga pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur juga menaruh perhatian besar pada edukasi pangan berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan sosialisasi kampanye "Stop Boros Pangan" dan penerapan pola makan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan edukatif ini diikuti oleh 30 orang siswa-siswi kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar (SD) yang merupakan perwakilan dari SDN 3 Manggar, SDN 12 Manggar, dan SDN 21 Manggar. Sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat pesisir dan kepulauan, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sektor peternakan. Secara simbolis, diserahkan bantuan berupa ternak ayam, kandang, serta pakan kepada tiga kelompok ternak yang tersebar di tiga wilayah kepulauan Belitung Timur, yakni Pulau Buku Limau, Pulau Ketapang, dan Pulau Long. Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur berharap inovasi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dapat terus berlanjut guna mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan masyarakat yang lebih sejahtera di masa depan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur Rilis Pemantauan Harga Pangan Pokok Strategis
12 Oct 2026
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur Rilis Pemantauan Harga Pangan Pokok Strategis

MANGGAR, Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mendukung ketahanan pangan daerah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur secara rutin melaksanakan pemantauan dan pengawasan harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah setempat, Senin (12/10/2026). Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilaksanakan oleh tim pemantau harga, di Pasar Lipat Kajang, Manggar, tercatat fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan pokok strategis. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur merilis data resmi perkembangan harga komoditas sebagai berikut:  Kelompok Beras: Beras Premium: Rp87.000 / 5 kg  Beras SPHP: Rp60.000 – Rp61.000 / 5 kg  Kelompok Tepung dan Minyak Goreng: Tepung Terigu: Rp13.000 / kg  Minyak Goreng Kemasan (Contoh: Fortune): Rp21.000 – Rp22.000 / liter  Minyak kita: Rp15.500 / liter  Kelompok Gula dan Bumbu Dapur: Gula Pasir: Rp18.000 – Rp19.000 / kg  Bawang Merah Brebes: Rp40.000 – Rp48.000 / kg  Bawang Merah Batu: Rp35.000 – Rp38.000 / kg  Bawang Putih: Rp36.000 – Rp40.000 / kg  Kelompok Hortikultura (Cabai): Cabai Keriting: Rp110.000 / kg  Cabai Rawit Merah: Rp130.000 / kg  Kelompok Protein Hewani: Telur Ayam Ras: Rp1.600 – Rp2.000 / butir  Daging Ayam Ras: Rp45.000 / kg  Daging Sapi: Rp150.000 – Rp170.000 / kg  Ikan Tongkol: Tidak tersedia pada saat survei dilakukan  Pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menegaskan bahwa fluktuasi harga komoditas pangan tersebut bersifat dinamis. Harga dapat berubah sewaktu-waktu yang dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan di tingkat distributor serta dinamika kondisi pasar.  Melalui kegiatan pemantauan berkala ini, pemerintah daerah berupaya untuk terus mengantisipasi dini potensi lonjakan harga serta memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat Kabupaten Belitung Timur, sejalan dengan komitmen pelayanan publik: "Pangan Cukup, Harga Stabil, Masyarakat Sejahtera".

Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur Dorong Pengembangan Sawah Meranteh Melalui Kerja Sama dan Smart Farming
02 Oct 2026
Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur Dorong Pengembangan Sawah Meranteh Melalui Kerja Sama dan Smart Farming

Gantung, Distangan Beltim - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur bersama Pemerintah Kecamatan Gantung, Pemerintah Desa Selinsing, petani, dan Asosiasi Alam Indonesia Raya melaksanakan Sosialisasi Kerja Sama Pemanfaatan Lahan Sawah di Desa Selinsing, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kantor Desa Selinsing tersebut membahas rencana pengembangan kembali kawasan persawahan Meranteh melalui pola kerja sama yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur, Heru Indramarta, S.Pt. menyampaikan bahwa pengembangan Sawah Meranteh merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor pertanian, produksi pangan, dan ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah juga mengapresiasi rencana kerja sama dengan Asosiasi Alam Indonesia Raya serta mendorong penerapan inovasi dan teknologi untuk mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi, khususnya terkait pengairan, kondisi lahan, budidaya, serta pengelolaan usaha tani. Dalam kegiatan tersebut, Asosiasi Alam Indonesia Raya memaparkan konsep (smart farming) yang akan mengintegrasikan mekanisasi pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), teknologi digital, artificial intelligence (AI), serta sistem pemantauan tanaman, tanah, cuaca, dan kondisi lingkungan. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh data dan informasi yang lebih terukur dalam pelaksanaan budidaya padi serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Salah satu perhatian utama dalam pengembangan Sawah Meranteh adalah persoalan pengairan. Dalam rencana kerja sama, sistem pengairan akan dikaji melalui penerapan pompanisasi, penampungan air, dan sistem irigasi tetes dengan penggunaan pompa berkapasitas kecil. Pemeriksaan kondisi saluran dan sistem pengairan juga akan dilakukan untuk meminimalkan kehilangan air dan memastikan kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi, terutama pada musim kemarau. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur telah menyiapkan peta rencana lokasi lahan yang akan dikerjasamakan dengan luasan awal Kurang Lebih 200 hektare. Berdasarkan hasil koordinasi, kerja sama direncanakan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU)  antara Asosiasi Alam Indonesia Raya dengan Gapoktan/Poktan, dengan Pemerintah Daerah berperan sebagai fasilitator, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).   Melalui kerja sama ini, pihak asosiasi merencanakan penyediaan benih dan sarana produksi, sementara petani akan dilibatkan dalam kegiatan operasional sesuai kebutuhan. Dalam skema yang dipaparkan, petani pemilik lahan direncanakan memperoleh bagian hasil sebesar 20 persen per hektare per musim tanam, sesuai mekanisme yang nantinya disepakati bersama dalam perjanjian kerja sama. Pemerintah Kecamatan Gantung, Pemerintah Desa Selinsing, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur, serta petani yang tergabung dalam Gapoktan Meranteh Hijau pada prinsipnya mendukung rencana kerja sama tersebut. Selain itu, akan dilakukan penyegaran kepengurusan Gapoktan Meranteh Hijau sebagai bagian dari persiapan kelembagaan petani dalam mendukung proses kerja sama. Melalui pengembangan Sawah Meranteh, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap kawasan persawahan tersebut dapat kembali produktif, meningkatkan produksi padi, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Selinsing dan Kabupaten Belitung Timur.

Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Belitung Timur Bersama SNV Indonesia Bahas Program Solusi dan Kemitraan Agroforestri Lada Berketahanan Iklim
01 Oct 2026
Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Belitung Timur Bersama SNV Indonesia Bahas Program Solusi dan Kemitraan Agroforestri Lada Berketahanan Iklim

MANGGAR – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menerima kunjungan audiensi dari perwakilan SNV Indonesia (Ibu Sutrisna wati) pada hari Rabu, 30 September 2026. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang kerja Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan program kerja sama pengembangan komoditas Lestari, Kamis (01/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari Program SOLUSI (Land-and Seascape Solutions for Indonesia), yang merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman. Program ini dilaksanakan pada periode 2023 hingga 2028 oleh konsorsium yang terdiri dari GIZ, Landscape Alliance, Yayasan KEHATI, dan SNV Indonesia. Fokus utama dari Program SOLUSI ini adalah untuk mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan sekaligus mengembangkan mata pencaharian masyarakat yang berketahanan iklim, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Dalam diskusi tersebut, pihak SNV Indonesia menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain: Pelaksanaan kegiatan Padiatapa (Persetujuan di Awal Tanpa Paksaan) di tingkat desa. Diseminasi Study Feasibility (Studi Kelayakan) terkait rantai pasok komoditas lestari. Pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi para penyuluh pertanian sebagai bentuk dukungan pengembangan komoditas lestari. Selain membahas evaluasi kegiatan yang telah berjalan, pertemuan ini juga memperkuat rencana strategis terkait kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas (Public-Private-Community Partnership). Kerja sama ini akan diwujudkan melalui komitmen Nota Kesepahaman (MoU) yang melibatkan Program SOLUSI, PT Cinquer Agro Nusantara (CAN), PT Alam Indonesia Raharja (AIR), PT Artha Zira Greenvest (AZG), Pemerintah Desa Lintang, Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur, serta Tim Kerja PPL Belitung Timur. Sinergi multi-pihak ini difokuskan pada pengembangan agroforestri lada dan nilam yang berketahanan iklim di Kabupaten Belitung Timur, dengan menunjuk Desa Lintang sebagai desa percontohan. Melalui kerja sama ini, masing-masing pihak memiliki peran strategis: Program SOLUSI (melalui SNV Indonesia): Akan mendampingi dan memonitor para pelatih dalam memberikan pelatihan lanjutan kepada 150 petani lada di Belitung Timur mengenai modul budidaya agroforestri lada berketahanan iklim, serta memperkuat kapasitas kelembagaan petani. Sektor Swasta (PT CAN dan PT AIR): Akan menyerap hasil panen lada dan daun nilam kering dari petani binaan sesuai dengan standar mutu, serta membuka akses pasar yang lebih luas. Penyedia Jasa Keuangan (PT AZG): Memberikan akses pembiayaan khusus bagi petani dengan skema bagi hasil dan mendampingi literasi keuangan petani. Dinas Pertanian dan Pangan bersama Tim Kerja PPL: Akan melakukan pembinaan, pendampingan, serta mengorganisir penyuluh untuk terlibat aktif dalam pelatihan petani agar produksi meningkat dan ramah lingkungan. Pemerintah Desa Lintang: Berperan menyediakan petani andalan dan membantu proses monitoring pelaksanaan kebun percontohan. Diharapkan dengan adanya sinergi komprehensif melalui Program SOLUSI ini, petani lada di Kabupaten Belitung Timur mampu menghasilkan lada dan komoditas agroforestri lainnya yang berkualitas, kompetitif, serta tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Sektor pertanian di Belitung Timur diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani secara berkelanjutan.