MANGGAR – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman perkebunan melalui pendekatan pertanian yang ramah lingkungan. Sebagai langkah konkret, Bidang Perkebunan telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Demplot Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Lada Tahun 2025. Kegiatan peninjauan lapangan ini menyasar lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Bina Lestari II yang berlokasi di Desa Lintang.
Monev ini merupakan bagian dari sub kegiatan Pengendalian OPT untuk Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. Fokus utama dari program demplot di tahun ini adalah aplikasi pupuk organik dan agen hayati Trichoderma pada tanaman lada yang berada pada rentang usia 1, 2, 3, dan 4 tahun. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan yang jelas, yakni untuk mengurangi tingkat ketergantungan para petani terhadap penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis yang berisiko merusak ekosistem dalam jangka panjang.
Fokus Evaluasi dan Hasil Temuan Lapangan
Pelaksanaan Monev di Desa Lintang memiliki beberapa target pengamatan secara spesifik, antara lain:
Melihat perubahan fisik tanaman secara komprehensif, mulai dari pertumbuhan daun, batang, hingga akar, serta tingkat resistensi tanaman pasca-pemberian perlakuan pupuk organik dan Trichoderma.
Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, program ini menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Tim mencatat bahwa kondisi tanaman di seluruh blok demplot terpantau dalam keadaan sehat. Selain itu, tingkat kemunculan bunga pada tanaman lada sangat banyak, dan yang paling utama, tidak ditemukan adanya tanaman yang terserang oleh hama atau OPT. Terkait pendataan hasil produksi secara utuh, tim belum dapat menarik kesimpulan akhir karena para petani di demplot tersebut baru saja mulai memasuki masa panen.