Fluktuasi Harga Pasar Manggar: Dampak Cuaca Kering Ekstrem, Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam
MANGGAR – Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur kembali melaksanakan pemantauan rutin perkembangan harga dan ketersediaan komoditas hortikultura harian. Pada kegiatan yang berlangsung di Pasar Manggar, mencatatkan adanya lonjakan harga yang cukup signifikan pada komoditas cabai rawit, Senin (07/09/2026). Berdasarkan hasil survei di lapangan, harga cabai rawit mengalami peningkatan drastis dan tajam, di mana harga cabai rawit secara umum rata-rata menyentuh Rp120.000,00 per kg untuk varietas Ori, bahkan mencapai Rp130.000,00 per kg untuk varietas Teratas. Kenaikan yang melonjak tajam ini utamanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim kekeringan yang saat ini tengah melanda beberapa wilayah sentra produksi. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak pada penurunan produktivitas tanaman, tingginya tingkat kegagalan panen, serta menyusutnya pasokan cabai rawit yang masuk ke pasar. Sementara itu, untuk komoditas sayuran daun dan bumbu dapur lainnya secara umum masih relatif stabil. Mencermati kondisi kekeringan serta lonjakan harga cabai rawit tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur menyampaikan beberapa rekomendasi teknis dan Imbauan: Rekomendasi Bagi Petani Lokal: 1. Manajemen Irigasi & Hemat Air: Diharapkan para petani dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang ada (seperti sumur bor atau embung) dengan metode penyiraman yang efisien (efisiensi irigasi tetes/mulsa). 2. Penggunaan Mulsa Plastik: Mendorong penggunaan mulsa untuk menekan penguapan air di lahan serta menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran tanaman cabai. 3. Pencegahan Hama Musim Kemarau: Mengantisipasi peningkatan serangan hama khas musim kering (seperti thrips, tungau, dan kutu daun) melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Rekomendasi Bagi Konsumen & Masyarakat: 1. Gerakan Tanam Cabai Mandiri (Gertam): Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing dengan menanam cabai dalam pot atau polybag guna memenuhi kebutuhan skala rumah tangga. 2. Menyesuaikan konsumsi selama masa lonjakan harga berlangsung. 3. Belanja Bijak: Membeli bahan pangan sesuai kebutuhan (tidak panic buying) agar dinamika permintaan di pasar tetap stabil.
Baca Selengkapnya