June 24, 2025 - Dinas Pertanian dan Pangan
Pemerintah pusat kini tengah gencar menggenjot produksi beras nasional. Berbagai upaya dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas padi dan indeks pertanaman (IP). Di antaranya adalah membangun infrastruktur dasar melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat. Upaya tersebut dipertegas melalui pembentukan Brigade Pangan (BP) di seluruh daerah penghasil bahan pangan utama di Indonesia.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian bahkan telah merespon cepat untuk melakukan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan melalui kegiatan pelatihan. Hal ini bertujuan untuk mencetak petani milenial kompeten, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu menghadapi tantangan di masa mendatang dan mencapai target produksi beras nasional.
Di Kabupaten Belitung Timur, upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian tersebut dilaksanakan melalui Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan. Kegiatan yang berlangsung sejak 12-14 Juni 2025 tersebut diselenggarakan oleh BP Bersatu Makmur di Kelompok Tani Aik Nyeranai Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang.
Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur, Suriana, mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan kader-kader pertanian yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam mendampingi petani. Khususnya, lanjut dia, dalam upaya percepatan produksi pangan, penguatan kelembagaan petani, serta penerapan teknologi pertanian yang tepat guna terutama alat dan mesin pertanian.
Selama pelatihan tersebut peserta mendapatkan materi meliputi konsep dasar ketahanan pangan, peran Brigade Pangan, teknik pendampingan lapangan, strategi peningkatan produktivitas, serta praktik langsung di lapangan. Narasumber yang hadir merupakan praktisi pertanian, penyuluh senior, serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur.
Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi, petani muda, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani yang tergabung pada BP Bersatu Makmur. Mereka merupakan calon tenaga pendamping lapangan yang akan bertugas mendukung pelaksanaan program percepatan produksi pangan di wilayah masing-masing.
Kembali ke Berita